Keputusan Mendiknas Nomor 36/D/0/2001 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen


st1:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

KEPUTUSAN

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

Nomor  : 36/D/O/2001

Tentang

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN DOSEN

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

 
Menimbang    : Dalam rangka memperoleh keseragaman pengertian, 
               memudahkan pemahaman dan untuk kelancaran 
               pelaksanaan Keputusan Menkowasbangpan Nomor 
               38/Kep/MK.WASPAN/8/1999 tanggal 24 Agustus 1999, 
               maka perlu dikeluarkan petunjuk teknis pelaksanaan
               penilaian angka kredit jabatan dosen.
 
Mengingat    : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang
                  Nomor 43 Tahun 1999;
 
               2. Peraturan Pemerintah :
                 a. Nomor 60 Tahun 1999;
                 b. Nomor 98 Tahun 2000;
                 c. Nomor 99 Tahun 2000;
 
               3. Keputusan Presiden Republik Indonesia :
                 a. Nomor 85/M/Tahun 1999
                 b. Nomor 234/M/Tahun 2000
                 c. Nomor 9 Tahun 2001
 
               4. Keputusan Menkowasbangpan Nomor 38/Kep/MK.WASPAN
                 /8/1999 tanggal 24 Agustus 1999
 
               5. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudaya
                 an dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 
                 61409/MPK/KP/99 dan Nomor 181 Tahun 1999 tanggal
                  13 Oktober 1999.
 
               6. Keputusan  Menteri Pendidikan Nasional Nomor 
                 074/U/2000 tanggal 4 Mei 2000.
 
                               MEMUTUSKAN  :
 
Menetapkan : Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang Petunjuk
             Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan 
             Dosen.
 
                               Pasal 1 
 
(1)  Nama dan jenjang jabatan/pangkat dosen :
    
     a. Asisten Ahli, yang meliputi pangkat Penata Muda (Gol.III/a), 
        dan Penata Muda Tk. I (Gol. III/b).
 
     b. Lektor, yang meliputi pangkat Penata (Gol. III/c) dan Penata
        Tk. I (Gol.III/d).
 
     c. Lektor Kepala, yang meliputi pangkat Pembina (Gol.IV/a), 
        Pembina Tk.I (Gol.IV/b) dan Pembina Utama Muda (Gol.IV/c).
 
     d. Guru Besar, yang meliputi pangkat Pembina Utama Madya (Gol. 
        IV/d) dan Pembina Utama (Gol. IV/e).
 
(2)  Batas jenjang jabatan dan pangkat dosen yang ditugaskan pada 
     jenis/program pendidikan profesional adalah Lektor Kepala, 
     Pembina Utama Muda (Gol. IV/c).
 
(3)  Untuk dapat diangkat pada masing-masing jabatan dan pangkat 
     tersebut di atas, harus memenuhi jumlah angka kredit sebagaimana
     tersebut dalam Lampiran III Keputusan Menteri Negara Koordinator
     Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara No. 38/
     Kep/MK.WASPAN/8/1999 tanggal 24 Agustus 1999 yaitu :
 
     a. Asisten Ahli   : - Penata Muda               (Gol.III/a) = 100
                        - Penata Muda Tk.I    (Gol.III/b) = 150
 
     b. Lektor         : - Penata             (Gol.III/c) = 200
                        - Penata Tk.I         (Gol.III/d) = 300
 
     c. Lektor Kepala  : - Pembina            (Gol.IV/a)  = 400
                        - Pembina Tk.I        (Gol.IV/b)  = 550
                        - Pembina Utama Muda  (Gol.IV/c)  = 700
   
     d. Guru Besar     : - Pembina Utama Madya       (Gol.IV/d)  = 850
                        - Pembina Utama       (Gol.IV/e)  = 1050
 
(4)  Kenaikan jabatan dosen dilakukan sekurang-kurangnya setelah 1 
     tahun dalam jabatan dan kenaikan pangkat dilakukan sekurang-
     kurangnya setelah 2 tahun dalam pangkat yang sedang dimiliki.
 
(5)  Bagi dosen yang telah memperoleh kenaikan jabatan setingkat 
     lebih tinggi, namun pangkatnya masih dalam lingkup jabatan 
     sebelumnya, maka untuk kenaikan pangkat berikutnya tidak lagi
     disyaratkan angka kredit sampai pada pangkat maksimum dalam 
     linkup jabatan tersebut apabila jumlah angka kredit yang telah
     ditetapkan memenuhi.
 
(6)  Bagi dosen yang telah memperoleh kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat
     lebih tinggi melalui loncat jabatan, maka kenaikan pangkat beri-
     kutnya sampai pada pangkat maksimum dalam lingkup jabatan seting-
     kat lebih tinggi dari jabatan semula tidak lagi disyaratkan angka
     kredit, sedangkan untuk kenaikan pangkat sampai pada pangkat 
     maksimum dalam lingkup jabatan yang diperoleh melalui loncat 
     jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang telah ditetapkan,
     diharuskan mengumpulkan angka kredit sebanyak 30% dari angka 
     kredit yang disyaratkan untuk setiap kali kenaikan pangkat terse-
     but.
 
(7)  Bagi dosen yang menggunakan angka kredit untuk kenaikan pangkat-
     nya terlebih dahulu karena terlambat mengumpulkan angka kredit
     untuk kenaikan jabatan maka angka kredit tersebut dapat digunakan
     untuk kenaikan jabatan berikutnya.
 
(8)  Seorang dosen PNS tidak mempunyai pangkat lebih tinggi dari jaba-
     tan fungsional dosen, kecuali bagi mereka yang diangkat ke dalam
     jabatan fungsional dosen dalam rangka alih status menjadi dosen
     atau bagi mereka yang memperoleh kenaikan pangkat melalui jalur 
     struktural.
 
(9)  Pengangkatan dosen ke dalam jabatan awal Asisten Ahli, baru dapat
     dipertimbangkan apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut :
 
     a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun melaksanakan tugas 
        utama (tugas mengajar) sebagai dosen atau calon PNS dosen.
 
     b. Memiliki ijazah S1/DIV atau S2/Sp.I sesuai dengan penugasan.
 
     c. Telah memenuhi sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit di
        luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan
        melaksanakan tugas mengajar sebagai calon PNS dosen.  Bagi
        dosen Non PNS/dosen swasta/dosen luar biasa disyaratkan telah 
        memiliki 25 angka kredit bagi yang berpendidikan S1/DIV dan
        10 angka kredit bagi yang berpendidikan S2/Sp.I.  Khusus untuk
        karya penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penunjang 
        tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan/diperoleh sebelum
        bertugas sebagai dosen, dapat dihitung angka kreditnya.
 
     d. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab pelaksanaan tugas
        dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan dengan
        Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat Fakultas bagi Universitas
        /Institut atau Senat Perguruan Tinggi bagi Sekolah Tinggi/
        Politeknik dan Akademi.
 
     e. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(10) Pengangkatan dosen ke dalam jabatan awal Lektor, baru dapat 
     dipertimbangkan apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut :
     
     a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun melaksanakan tugas 
        utama (tugas mengajar) sebagai dosen atau sebagai calon PNS
        dosen.
 
     b. Memiliki ijazah S3/Sp.II sesuai dengan penugasan.
  
     c. Telah memenuhi sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit 
        di luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersang-
        kutan melaksanakan tugas mengajar sebagai calon PNS dosen.  
        Bagi dosen Non PNS/dosen swasta/dosen luar biasa disyaratkan
        telah memiliki 25 angka kredit.  Khusus untuk karya penelitian,
        pengabdian kepada Masyarakat dan penunjang tridharma perguruan
        tinggi yang dilaksanakan/diperoleh sebelum bertugas sebagai
        dosen, dapat dihitung angka kreditnya.
 
     d. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan
        tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan 
        dengan Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat Fakultas bagi 
        Universitas/Institut/atau Senat perguruan tinggi bagi Sekolah
        Tinggi/Politeknik dan Akademi.
 
     e. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(11) Dosen yang tidak berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil yang 
     telah atau pernah memiliki jabatan fungsional dosen, maka jabatan
     tersebut tetap diakui apabila telah menjadi pegawai negeri sipil
     dengan tugas sebagai dosen.  Pengakuan tersebut hanya pada 
     jabatan fungsional, sedangkan pangkatnya sama dengan yang di-
     miliki sebagai pegawai negeri sipil.
 
(12) Pemberian jabatan dosen sebagaimana tersebut pada ayat (11), 
     pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pengangkatan
     ke dalam jabatan dosen membuat kembali penetapan angka kredit dan
     surat keputusan jabatan dosen pengawai negeri sipil ybs pada
     perguruan tinggi di mana yang bersangkutan ditempatkan, didasar-
     kan pada penetapan angka kredit dan surat keputusan pengangkatan
     ke dalam jabatan yang telah dimiliki ybs setelah diteliti secara
     cermat keabsahannya.
 
(13) Kenaikan jabatan dosen secara reguler (setingkat lebih tinggi), 
     baru dapat dipertimbangkan, apabila telah memenuhi syarat sebagai
     berikut :
     
     a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun menduduki jabatan ter-
        akhir yang dimiliki.
 
     b. Telah memenuhi angka kredit yang disyaratkan.
 
     c. Memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang 
        terakreditasi sebagai penulis utama yang jumlahnya mencukupi
        25% dari persyaratan angka kredit minimum untuk kegiatan 
        penelitian bagi kenaikan jabatan dalam kurun waktu 1 sampai 
        dengan 3 (tiga) tahun.
      
     d. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan
        tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus berdasarkan 
        penilaian senat yang dibuktikan dengan berita acara rapat 
        pemberian pertimbangan senat fakultas bagi universitas/
        institut atau senat perguruan tinggi bagi sekolah tinggi/
        politeknik dan akademi untuk pengangkatan/kenaikan jabatan
        Asisten Ahli dan Lektor serta berita acara pemberian pertim-
        bangan senat perguruan tinggi untuk pengangkatan/kenaikan
        jabatan ke Lektor Kepala dan berita acara pemberian persetuju
        an senat perguruan tinggi bagi pengangkatan/kenaikan jabatan
        ke Guru Besar.
 
     e. Khusus bagi kenaikan jabatan ke Guru Besar harus pula memenuhi
        syarat tambahan yaitu mempunyai kemampuan akademik membimbing
        Calon Doktor yang dapat dibuktikan dengan memenuhi salah satu
        syarat sebagai berikut ;
  
        1). Memiliki pendidikan Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp.II) 
            dalam bidang yang sesuai dengan penugasan.
 
        2). Mempunyai karya ilmiah di bidang ilmu yang ditugaskan 
            sebagai penulis utama yang diterbitkan dalam jurnal, se-
            kurang-kurangnya 1 (satu) pada tingkat internasional yang
            memiliki reputasi ditambah 2 (dua) pada tingkat nasional
            yang terakreditasi.
 
        3). Mempunyai sekurang-kurangnya 2 (dua) karya monumental yang
            mendapat pengakuan kedua-duanya nasional dan Internasional.
 
     f. Syarat-syarat akademik lainnya yang ditentukan oleh Direktur 
        Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan 
        Nasional sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu 
        pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam kerangka peningkatan
        kualitas dosen.
  
     h. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(14) Bagi dosen yang potensial/berprestasi tinggi dapat dinaikan 
     langsung ke jenjang jabatan yang lebih tinggi (loncat jabatan) 
     maksimal menjadi Lektor Kepala dan pangkatnya dinaikan setingkat
     lebih tinggi sesuai ketentuan apabila memenuhi syarat sebagai
     berikut  :
 
     a. Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan Asisten Ahli selama
        1 (satu) tahun.
 
     b. Memiliki ijazah Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp.II) pada 
        saat masih menduduki jabatan Asisten Ahli.
 
     c. Memiliki 4 (empat) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah yang 
        terakreditasi sebagai penulis utama.
 
     d. Telah memenuhi jumlah angka kredit yang disyaratkan.
 
     e. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan
        tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan 
        dengan berita acara rapat pemberian pertimbangan senat pergu-
        ruan tinggi.
 
     f. Syarat-syarat akademik lain yang ditentukan oleh Direktur 
        Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan 
        Nasional sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu 
        pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam rangka peningkatan
        kualitas dosen.
 
     g. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(15) Bagi dosen yang potensial/berprestasi tinggi dapat dinaikan 
     langsung ke jenjang jabatan yang lebih tinggi (loncat jabatan) 
     menjadi Guru Brsar dan pangkatnya dinaikan setingkat lebih 
     tinggi sesuai ketentuan apabila memenuhi syarat sebagai
     berikut  :
     
     a. Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan Lektor selama 1 
        (satu) tahun.
 
     b. Memiliki ijazah Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp.II) 
 
     c. Memiliki 4 (empat) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah yang 
        terakreditasi sebagai penulis utama.
 
     d. Telah memenuhi jumlah angka kredit yang disyaratkan.
 
     e. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan
        tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan 
        dengan berita acara rapat pemberian pertimbangan senat pergu-
        ruan tinggi.
 
     f. Syarat-syarat akademik lain yang ditentukan oleh Direktur 
        Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan 
        Nasional sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu 
        pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam rangka peningkatan
        kualitas dosen.
 
     g. Syarat-syarat administratif lainnya.
   
                       Pasal 2
 
(1) Untuk pengangkatan ke dalam jabatan dosen dalam rangka penyesuaian
    jabatan bagi dosen yang sudah lama bertugas pada suatu perguruan
    tinggi tetapi belum mempunyai jabatan dosen karena sesuatu hal, 
    baik dosen negeri maupun dosen swasta, baik dosen biasa maupun
    dosen luar biasa, ia dapat menyesuaikan jabatannya sebagai dosen
    dengan menggunakan angka kredit kumulatif dengan beberapa keten-
    tuan sebagai berikut :
 
    a. Telah memenuhi angka kredit kumulatif yang disyaratkan.  Khusus
       untuk karya penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penun-
       jang tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan/diperoleh 
       sebelum bertugas sebagai dosen, dapat dihitung angka kreditnya.
 
    b. Telah bertugas sebagai dosen minimal 7 (tujuh) tahun bagi yang 
       berpendidikan Doktor/Sp.II
 
    c. Telah bertugas sebagai dosen sebelum 1 April 1988 bagi yang 
       berpendidikan S1/D IV atau S2/Sp.I.
 
    d. Jenjang jabatan yang diberikan setinggi-tingginya Lektor Kepala
       sesuai dengan jumlah angka kredit kumulatif yang ditetapkan.
 
    e. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan
       tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan 
       dengan berita acara rapat pemberian pertimbangan senat fakultas
       bagi Universitas/institut atau senat perguruan tinggi bagi 
       sekolah tinggi/politeknik dan akademi untuk penyesuaian ke 
       jabatan Asisten Ahli dan Lektor dan Senat perguruan tinggi bagi
       penyesuaian ke jabatan Lektor Kepala.
 
    f. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
    g. Apabila terdapat hal-hal yang luar biasa pada seorang dosen 
       yang berpendidikan Doktor/Sp.II, maka penyesuaian jabatan bagi
       dosen yang bersangkutan dapat ditetapkan dengan menyimpang dari 
       ketentuan pada huruf b di atas, setelah melalui suatu penilaian
       yang cermat dari Tim Penilai.  Yang dimaksud dengan hal-hal
       yang luar biasa adalah hal-hal yang berkenaan dengan karya 
       penelitian maupun pengabdian ybs yang setelah dinilai oleh tim
       penilai mempunyai kelebihan yang luar biasa.  Dalam hal seperti
       ini, maka penyesuaian jabatan ybs dapat ditetapkan sesuai 
       dengan jumlah angka kredit kumulatif yang diperoleh walaupun
       baru bertugas sebagai dosen kurang dari 7 (tujuh) tahun dan 
       lebih dari 3 (tiga) tahun.
 
(2) Dosen yang sedang dalam tugas belajar dapat diproses kenaikan 
    jabatan/pangkatnya apabila angka kredit yang disyaratkan telah 
    terpenuhi sebelum ybs mengikuti tugas belajar walaupun masa kerja
    dalam jabatan/pangkat terakhir baru terpenuhi pada saat ybs sedang
    dalam tugas belajar.  Untuk hal ini maka penetapan angka kredit 
    dan surat keputusan pengangkatan ke dalam jabatan fungsional/
    pangkat dosen tetap dibuat berlaku terhitung mulai tanggal sesuai
    dengan syarat masa dalam jabatan untuk kenaikan jabatan dan 
    syarat masa dalam pangkat untuk kenaikan pangkat berdasarkan 
    ketentuan yang berlaku.
    Khusus untuk kenaikan pangkatnya dapat diberlakukan kenaikan 
    pangkat sedang dalam tugas belajar sesuai dengan ketentuan dalam 
    pasal 19 PP No.99 Tahun 2000 apabila tidak dapat menggunakan 
    kenaikan pangkat pilihan sesuai dengan ketentuan dalam pasal 9 PP 
    No.99 Tahun 2000 karena tidak memenuhi syarat angka kredit sebelum
    ybs mengikuti tugas belajar.
 
(3) Dosen pada jenis/program pendidikan akademik yang menduduki 
    jabatan Asisten Ahli /Penata Muda (Gol.III/a) sampai Lektor Kepala
    (Gol.IV/c), dapat pindah ke jenis/program pendidikan profesional,
    apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
 
    a. Sejak pengangkatan pertama dan setiap kali kenaikan ke jabatan
       /pangkat berikutnya sampai pada jabatan/pangkat terakhir yang 
       dimilikinya sebagai dosen pada jenis/program pendidikan 
       akademik selalu memenuhi angka kredit memperoleh dan melaksana-
       kan pendidikan dan pengajaran sekurang-kurangnya 40% dari 
       jumlah angka kredit yang disyaratkan.  Bagi dosen yang sejak
       awal sampai menduduki jabatan terakhir belum memenuhi angka 
       kredit kegiatan memperoleh dan melaksanakan pendidikan dan 
       pengajaran sebagaimana disyaratkan tersebut, maka dapat di-
       penuhi secara kumulatif pada saat diusulkan pindah ke program
       pendidikan profesional.
 
    b. Memperoleh pertimbangan senat perguruan tinggi penyelenggara
       jenis/program pendidikan profesional.
 
    c. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(4) Dosen pada jenis/program pendidikan profesional yang menduduki 
    jabatan Asisten Ahli, Penata Muda (Gol.III/a) sampai Lektor Kepala
    (Gol.IV/c), dapat pindah ke jenis/program pendidikan akademik,
    apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
    
      a. Sejak pengangkatan pertama dan setiap kali kenaikan ke jabatan
       /pangkat berikutnya sampai pada jabatan/pangkat terakhir yang 
       dimilikinya sebagai dosen pada jenis/program pendidikan 
       profesional selalu memenuhi angka kredit melaksanakan 
       penelitian sekurang-kurangnya 25% dari jumlah angka kredit yang
       diperlukan.  Bagi dosen yang sejak awal sampai menduduki jabatan
       terakhir belum memenuhi angka kredit kegiatan penelitian sebagai
       mana disyaratkan tersebut, maka dapat dipenuhi secara kumulatif 
       pada saat diusulkan pindah ke program pendidikan akademik.
 
    b. Mempunyai publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah terakreditasi 
       sebagai penulis utama yang jumlahnya mencukupi 25% dari persya-
       ratan angka kredit minimum kegiatan penelitian pada setiap kali
       kenaikan jabatan dalam kurun waktu 1-3 tahun sampai jabatan
       terakhir sebagaimana disyaratkan untuk setiap kali kenaikan 
       jabatan dalam kurun waktu 1-3 tahun bagi dosen pada jenis/
       program pendidikan akademik.  Bagi dosen yang sejak awal sampai 
       menduduki jabatan terakhir belum memenuhi angka kredit jurnal 
       ilmiah tersebut, maka dapat dipenuhi secara kumulatif 
       pada saat diusulkan pindah ke program pendidikan akademik.
    
    c. Memperoleh pertimbangan senat perguruan tinggi penyelenggara
       jenis/program pendidikan profesional.
 
    d. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(5) Bagi dosen yang ditugaskan pada jenis/program pendidikan profesio-
    nal, dan mempunyai jabatan Lektor Kepala dapat mempunyai kesempatan 
    untuk naik ke jabatan Guru Besar, apabila memenuhi syarat sebagai
    berikut :
    
    a. Mempunyai kemampuan membimbing calon doktor yang dapat dibukti-
       kan dengan memenuhi salah satu syarat sebagaimana tersebut pada
       pasal 1 ayat (13) huruf e.
  
    b. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun melaksanakan tugas 
       sebagai dosen luar biasa pada jenis/program pendidikan akademik.
 
    c. Sejak pengangkatan pertama dan setiap kali kenaikan ke jabatan/
       pangkat berikutnya sampai Lektor Kepala dalam pangkat Pembina
       Utama Muda (Gol.IV/c) sebagai dosen pada jenis/program pendidi-
       kan profesional selalu memenuhi angka kredit melaksanakan 
       penelitian sekurang-kurangnya 25% dari persyaratan angka kredit
       yang diperlukan. Bagi dosen yang sejak awal sampai menduduki 
       jabatan terakhir tersebut, belum memenuhi angka kredit
       penelitian sebagaimana disyaratkan, maka dapat dipenuhi secara 
       kumulatif pada saat diusulkan menjadi Guru Besar oleh perguruan
       tinggi penyelenggara pendidikan akademik.
  
    d. Mempunyai publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah terakreditasi 
       sebagai penulis utama yang jumlahnya mencukupi 25% dari persya-
       ratan angka kredit minimum kegiatan penelitian pada angka kredit
       kumulatif minimum setiap jabatan yang disyaratkan untuk setiap 
       kali kenaikan jabatan dalam kurun waktu 1-3 tahun bagi dosen 
       pada jenis/program pendidikan akademik. 
 
    e. Memperoleh persetujuan tertulis dari senat perguruan tinggi 
       penyelenggara jenis/program pendidikan akademik.
 
    f. Diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara jenis/program 
       pendidikan akademik tersebut dalam status sebagai dosen luar 
       biasa pada perguruan tinggi dimaksud.  Apabila ybs ingin diusul-
       kan dalam status sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi 
       penyelenggara pendidikan akademik, maka harus terlebih dahulu
       diproses perpindahannya sebagai dosen tetap pada perguruan 
       tinggi dimaksud sebelum diusulkan menjadi Guru Besar.
 
    g. Telah memenuhi jumlah angka kredit yang disyaratkan.
 
    h. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(6) Bagi pegawai negeri sipil non dosen yang ingin pindah menjadi 
    pegawai negeri sipil dosen, apabila telah memenuhi syarat sebagai
    berikut  :
 
    a. Sekurang-kurangnya berpendidikan Pasca Sarjana (S2) atau 
       Spesialis I (Sp.I) dalam bidangnya yang ditetapkan oleh Tim Ahli
       Khusus bagi yang pindah menjadi dosen profesional (DIII atau 
       lebih rendah) sekurang-kurangnya berpendidikan Sarjana (S1) atau
       DIV.
 
    b. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 3,00.
 
    c. Telah memiliki sekurang-kurangnya jabatan Lektor atau setelah 
       dinilai oleh pejabat yang berwenang ybs memiliki jemlah angka
       kredit untuk jabatan sekurang-kurangnya Lektor.
 
    d. Rasio dosen mahasiswa pada program studi penerima atau rasio 
       dosen mahasiswa yang dilayani pada perguruan tinggi penerima
       masih memungkinkan (bidang ilmu yang dituntut pelayanan di luar
       program studi ybs).
 
    e. Mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
       Departemen Pendidikan Nasional.
 
    f. Syarat-syarat administratif lainnya.
 
(7) Bagi PNS non dosen yang pindah/alih status menjadi dosen sebelum
    berlakunya Keputusan Menkowasbangpan No.38/Kep/MK.WASPAN/8/1999
    tanggal 24 Agustus 1999 (berlaku tanggal 1 Januari 2001), maka
    penyesuaian jabatan dapat langsung dilakukan apabila telah pernah
    bertugas sebagai dosen sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun sebelum
    atau sesudah pindah/alih status.
 
                               Pasal 3
 
(1) Jumlah angka kredit untuk masing-masing jenjang jabatan yang 
    tersebut pada Pasal 1 ayat (3), adalah angka kredit kumulatif yang 
    dipergunakan untuk pengangkatan pertama atau penyesuaian jabatan,
    sedangkan untuk kenaikan jabatan dipergunakan angka kredit selisih
    antara jabatan lama dan jabatan baru dengan memperhatikan kelebihan
    angka kredit.
 
(2) Kelebihan angka kredit yang diperoleh pada kenaikan jabatan/pangkat
    terakhir, dapat dipergunakan untuk kenaikan jabatan/pangkat   berikutnya dengan ketentuan 100% untuk memperoleh dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan
    sebanyak-banyaknya 80% (delapan puluh persen) persyaratan unsur
    utama dan 0% unsur penunjang untuk kenaikan jabatan berikutnya.
 
(3) Untuk menghitung kelebihan angka kredit pada kegiatan memperoleh 
    dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran, dan kegiatan melaksana-
    kan penelitian dilakukan dengan rumus : Selisih antara angka kredit
    minimum dengan perolehan angka kredit baru pada masing-masing 
    kegiatan dibagi jumlah dari selisih kedua kegiatan tersebut, kali 
    kelebihan angka kredit di luar angka kredit kegiatan melaksanakan
    pengabdian kepada masyarakat.  Sementara untuk menentukan kelebihan
    angka kredit pada kegiatan melaksanakan pengabdian kepada 
    masyarakat dilakukan dengan cara : jumlah perolehan angka kredit
    dikurangi jumlah angka kredit maksimum pada kegiatan tersebut 
    sebagaimana contoh penetapan angka kredit pada Lampiran I.
 
(4) Jumlah angka kredit yang memenuhi persyaratan untuk pengangkatan
    ke dalam jabatan Asisten Ahli bagi dosen PNS berpendidikan S1/DIV
    yang kurang dari jumlah angka kredit kumulatif yang ditetapkan 
    untuk jabatan tersebut, untuk penetapan angka kreditnya dihitung
    sama jumlahnya dengan penetapan angka kredit kumulatif untuk 
    jabatan tersebut dengan cara menambah 15 (lima belas) angka kredit
    pada kegiatan memperoleh dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran
    sebagai kompensasi dari Diklat Prajabatan CPNS dosen ybs.
 
(5) Jumlah angka kredit yang memenuhi persyaratan untuk pengangkatan ke
    dalam jabatan Lektor bagi dosen PNS berpendidikan S3/Sp.II yang 
    kurang dari jumlah angka kredit kumulatif yang ditetapkan untuk 
    jabatan tersebut, untuk penetapan angka kreditnya dihitung sama 
    jumlahnya dengan angka kredit kumulatif untuk jabatan tersebut 
    dengan cara menambah 25 (dua puluh lima) angka kredit pada kegiatan
    memperoleh dan melaksanakan pendidikan dan pengajaran sebagai 
    kompensasi dari Diklat Prajabatan CPNS dosen ybs.
 
(6) 10 (sepuluh) angka kredit yang disyaratkan pada pengangkatan 
    jabatan awal bagi dosen PNS yang berpendidikan S2/Sp.I tidak dapat
    dihitung sebagai kelebihan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya
    Berkenaan dengan itu, maka pada saat penetapan angka kredit untuk 
    kenaikan jabatan berikutnya, jumlah angka kredit pada kolom angka
    kredit lama tetap dibuat 100 (seratus) dengan cara mengurani 10
    (sepuluh) angka kredit yang terdiri dari unsur penunjang tridharma
    perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat serta memperoleh dan
    melaksanakan pendidikan dan pengajaran.
 
                               Pasal 4 
 
(1)  Ijazah yang digunakan untuk pengangkatan pertama/penyesuaian jabatan
     ke dalam jabatan fungsional dosen, angka kreditnya adalah :
 
     - Doktor   (S3)/Spesialis II (Sp.II) = 150
     - Magister (S2)/Spesialis I  (Sp.I)  = 100
     - Sarjana  (S1)/Diploma IV   (D IV)  =  75
 
(2)  Bagi dosen yang telah menggunakan suatu tingkat ijazah tertentu 
     untuk pengangkatan ke dalam jabatan fungsional dosen, kemudian 
     melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah yang lebih tinggi 
     dalam bidang ilmu yang sama atau berhubungan/berdekatan, maka angka kredit yang dapat digunakan dari ijazah tersebut adalah angka kredit hasil pengurangan dari angka kredit ijazah yang telah digunakan.
     Khusus angka kredit ijazah di luar bidang ilmu dihitung berdasarkan angka kredit tingkat ijazah masing-masing tanpa mengurangi angka kredit ijazah yang telah atau akan digunakan.
 
(3)  Pendidikan pelatihan fungsional dosen adalah kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peningkatan kemampuan dosen baik dari segi materi pengajaran maupun kemampuan didaktik metodik.  Termasuk ke 
dalam diklat ini adalah Program Pengembangan Ketrampilan Teknik
Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA).
 
                               Pasal 5
 
(1)  Angka kredit melaksanakan perkuliahan/tutorial, membimbing, menguji,
     menyelenggarakan pendidikan di laboratorium, praktek keguruan, 
     bengkel/studi/kebun percobaan/teknologi pengajaran dan praktek 
     lapangan, merupakan satu paket dengan jumlah angka kredit maksimum
     yang dapat diakui adalah 5,5 angka kredit per-semester per-12 sks
     bagi yang menduduki jabatan Asisten Ahli dan 11 angka kredit per-
     semester per-12 sks bagi yang menduduki jabatan Lektor ke atas.  
     Beberapa dosen yang mengajar 1 (satu) mata kuliah (Team Teaching),
     pembagian angka kreditnya sebanding dengan beban tugas dosen masing
     -masing yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan dosen-dosen tersebut
     dan mendapat persetujuan dari ketua program studi/ketua jurusan.
     Penghitungan angka kredit butir kegiatan ini didasarkan pada bobot 
     SKS mata kuliah kali jumlah kelas yang ada. (jumlah mahasiswa per-
     kelas minimal 30 orang).
 
(2)  Membimbing seminar mahasiswa adalah membimbing seminar mahasiswa 
     dalam rangka studi akhir dan angka kreditnya 1 (satu) per-semester
     tidak tergantung pada jumlah mahasiswa yang dibimbing.
 
(3)  Membimbing kuliah kerja nyata, praktek kerja nyata dan praktek 
     kerja lapangan, angka kreditnya bukan per kegiatan, melainkan 
     kegiatan selama 1 (satu) semester tanpa melihat jumlah mahasiswa
     yang dibimbing.
 
(4)  Membimbing/ikut membimbing dalam menghasilkan disertasi, thesis, 
     skripsi dan laporan akhir studi, angka kreditnya baru diberikan apa
     bila yang dibimbing telah dinyatakan lulus/mengakhiri studi dengan
     ketentuan sebagai berikut  :
 
     a. Setiap disertasi, diberi 8 angka kredit bagi pembimbing dan 6
        angka kredit bagi pembimbing pendamping/pembimbing pembantu.
    
     b. Setiap thesis, diberi 3 angka kredit bagi pembimbing dan 2 angka
        kredit bagi pembimbing pendamping/pembimbing pembantu.
 
     c. Setiap skripsi, diberi 1 angka kredit bagi pembimbing dan 0,5 
        bagi pembimbing pendamping/pembimbing pembantu.
 
     d. Setiap laporan akhir studi, diberi 1 angka kredit bagi pembimbing
        dan 0,5 bagi pembimbing pendamping/pembimbing pembantu.
 
(5)  Bertugas sebagai penguji pada ujian akhir, angka kreditnya 1 per 
     mahasiswa per semester bagi ketua penguji dan 0,5 per-mahasiswa per-
     semester bagi sekretaris dan anggota penguji.  Termasuk ke dalam 
     pengertian ujian akhir adalah ujian disertasi/thesis/skripsi/
     laporan akhir studi, komprehensif.
 
(6)  Bagi pembimbing atau pembimbing pendamping/pendamping pembantu, 
     jumlahnya tidak dibatasi dan masing-masing diberikan angka kredit
     sebanding dengan beban tugas masing-masing yang ditetapkan berdasar-
     kan kesepakatan para pembimbing atau pembimbing pendamping/
     pembimbing pembantu tersebut setelah mendapat persetujuan dari 
     pimpinan fakultas/pasca sarjana.
 
(7)  Membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik adalah kegiatan-
     kegiatan yang bersifat kurikuler dan ko kurikuler termasuk sebagai 
     penasehat akademik/ dosen wali, sedangkan di bidang kemahasiswaan
     adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat ekstra kurikuler seperti 
     pembinaan minat, penalaran dan kesejahteraan mahasiswa.
 
(8)  Mengembangkan program kuliah adalah hasil pengembangan inovatif 
     model metode pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi pembela-
     jaran dalam bentuk suatu tulisan yang tersimpan dalam perpustakaan
     perguruan tinggi, termasuk dalam kegiatan ini adalah pengembangan
     dan penyusunan matakuliah baru serta pengembangan dan penyusunan
     methodologi pendidikan dan methodologi penelitian di perguruan 
     tinggi.
 
(9)  Mengembangkan bahan pengajaran adalah hasil pengembangan inovatif
     materi substansial pengajaran dalam bentuk buku ajar, diktat, modul,
     petunjuk praktikum, model, alat bantu, audio visual, naskah tutorial
 
     a. Buku ajar adalah buku pegangan untuk suatu matakuliah yang di-
        tulis dan disusun oleh pakar bidang terkait dan memenuhi kaidah
        buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebarluaskan.
 
     b. Diktat adalah buku ajar untuk suatu matakuliah yang ditulis dan
        disusun oleh pengajar matakuliah tersebut, mengikuti kaidah 
        tulisan ilmiah dan disebarluaskan kepada peserta kuliah.
 
     c. Petunjuk praktikum adalah pedoman pelaksanaan praktikum yang ber-
        isi tata cara persiapan,  pelaksanaan, analisis data dan 
        pelaporan.  Pedoman tersebut disusun dan ditulis oleh kelompok
        staf pengajar yang menangani  praktikum tersebut dan mengikuti
        kaidah tulisan ilmiah.
 
     d. Model adalah alat peraga atau simulasi komputer yang digunakan
        untuk menjelaskan fenomena yang terkandung dalam penyajian suatu
        matakuliah untuk meningkatkan pemahaman peserta kuliah.
 
     e. Alat bantu adalah perangkat keras maupun perangakat lunak yang
        digunakan untuk membantu pelaksanaan perkuliahan dalam rangka 
        meningkatkan pemahaman peserta kuliah tentang suatu fenomena.
 
     f. Audio Visual adalah alat bantu perkuliahan yang menggunakan 
        kombinasi antara gambar dan suara, digunakan dalam kuliah untuk 
        meningkatkan pemahaman peserta didik tentang suatu fenomena.
 
     g. Naskah tutorial adalah bahan rujukan untuk kegiatan tutorial 
        suatu matakuliah yang disusun dan ditulis oleh pengajar mata-
        kuliah atau oleh pelaksana kegiatan tutorial tersebut, dan 
        mengikuti kaidah tulisan ilmiah.
 
(10) Menyampaikan orasi ilmiah adalah menyampaikan pidato ilmiah pada
     forum-forum kegiatan tradisi akademik seperti dies natalis, wisuda
     lulusan, dll.
 
(11) Termasuk ke dalam pengertian menduduki jabatan pimpinan perguruan
     tinggi adalah menduduki jabatan sebagai  :
 
     a. Ketua Lembaga di lingkungan Universitas/Institut, angka kredit
        nya sama dengan Pembantu Rektor.
 
     b. Kepala Pusat Penelitian di lingkungan Universitas/Institut, 
        angka kreditnya sama dengan Pembantu Dekan.
 
     c. Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di 
        lingkungan sekolah tinggi, angka kreditnya sama dengan Pembantu
        Ketua sekolah tinggi.
 
     d. Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di lingkung- an Akademi dan Politeknik, angka kreditnya sama dengan Pembantu Direktur.
 
     e. Ketua dan Sekretaris Program Studi, angka kreditnya sama dengan
        Sekretaris Jurusan.
 
(12) Yang berwenang membimbimg dosen yang lebih rendah jabatan fungsional-
     nya, baik pembimbing pencangkokan maupun pembimbing reguler adalah
     mereka yang sudah menduduki jabatan Lektor bagi yang berpendidikan
     S3/Sp.II atau yang sudah menduduki jabatan Lektor Kepala bagi yang 
     berpendidikan S1/DIV atau S2/Sp.I.  Membimbing pencangkokan adalah
     kegiatan membimbing dosen yunior dari perguruan tinggi lain yang
     dicangkokkan pada perguruan tinggi asal oleh pembimbing dalam 
     bidang ilmu yang sama.  Sedangkan membimbing reguler adalah kegiatan membimbing dosen yunior oleh dosen senior dalam bidang ilmu yang sama pada perguruan tinggi sendiri.
 
(13) Melaksanakan kegiatan detasering adalah melaksanakan suatu kegiatan  penugasan dari perguruan tinggi asal ke suatu perguruan tinggi lain untuk membimbing dosen yunior pada perguruan tinggi tersebut dalam      bidang ilmu yang sama.  Sedangkan melaksanakan kegiatan pencangkok-     an adalah mengikuti sebagai dosen peserta pencangkokan yang dikirim oleh suatu perguruan tinggi asal ke suatu perguruan tinggi lain untuk tujuan meningkatkan kemampuan dalam bidang ilmunya.
 
                               Pasal 6
 
(1)  Angka kredit untuk kegiatan melaksanakan penelitian dan melaksanakan  pengabdian kepada masyarakat adalah angka kredit maksmimal dan bukan angka kredit absolut.  Artinya dalam batas rambu-rambu ini masih di-berikan angka kredit yang wajar bagi kasus masing-masing melalui penilaian sejawat (peer review) berdasarkan mutu, sofistikasi dan kemutahiran.  Sedangkan angka kredit untuk kegiatan memperoleh dan melaksanakan pendidikan serta penunjang tridharma perguruan tinggi merupakan angka kredit absolut.
 
(2)  Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam 
     bentuk  :
 
     a. Monograf adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk  buku yang
        substansi pembahasannya hanya pada satu hal saja dalam suatu 
        bidang ilmu.
 
     b. Buku referensi adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku
        yang substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu.
 
(3)  Buku yang memenuhi syarat adalah buku yang memenuhi kriteria sebagai
     berikut  :
 
     a. Tebal paling sedikit 40 (empat puluh) halaman cetak (menurut 
        format UNESCO)
    
     b. Ukuran adalah 15,5 X 23 cm
 
     c. Harus memiliki International Standard of Book Numbering System
        (ISBN)
 
     d. Diterbitkan oleh Badan Ilmiah/Organisasi/Perguruan Tinggi
 
     e. Isi tidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan Undang-undang
        Dasar 1945
 
(4)  Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam 
     majalah ilmiah  :
 
     a. Majalah ilmiah internasional adalah majalah ilmiah yang terbit
        pada negara lain yang memiliki reputasi yang tidak diragukan 
        atau majalah ilmiah nasional terakreditasi yang menurut 
        penilaian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi disamakan dengan
        majalah ilmiah internasional.
 
     b. Majalah Ilmiah nasional terakreditasi adalah majalah ilmiah yang 
        di samping memenuhi kriteria sebagai majalah ilmiah nasional, 
        juga mendapat akreditasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan  
        Tinggi yang daya lakunya 3 (tiga) tahun sehingga suatu majalah
        ilmiah yang terakreditasi pada suatu tahun dapat saja tidak 
        terakreditasi pada tahun berikutnya, sangat tergantung hasil
        penilaian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang 
        kemudian ditetapkan dalam suatu Surat Edaran Direktur Jenderal
        Pendidikan Tinggi.
 
     c. Majalah ilmiah nasional tidak terakreditasi adalah majalah ilmiah 
        yang memnuhi kriteria sebagai berikut  :
 
        1) Bertujuan menampung/mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian
           ilmiah dan atau konsep ilmiah dan disiplin ilmu tertentu.
 
        2) Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai
           disiplin-disiplin keilmuan yang relevan.
 
        3) Diterbitkan oleh Badan ilmiah/organisasi/perguruan tinggi 
           dengan unit-unitnya.
 
        4) Mempunyai dewan redaksi yang terdiri dari para ahli dalam 
           bidangnya.
 
        5) Mempunyai International Standard of Serial Number (ISSN).
 
        6) Diedarkan secara nasional.
 
(5)  Pada suatu majalah dapat memuat beberapa artikel ilmiah dari penulis
     yang sama dan angka kreditnya dihitung per-artikel ilmiah, dan bukan
     per-majalah ilmiah.
 
(6)  Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan melalui
     seminar  :
  
     a. Disajikan yakni disajikan secara tertulis dalam bentuk makalah.
 
     b. Poster yakni rancangan atau desain yang difungsikan untuk 
        mempublikasikan sebuah kegiatan tertentu dan atau mempromosikan
        suatu hasil karya dengan sentuhan audio visual yang menarik dan
        original.
 
(7)  Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam 
     koran/majalah populer/majalah umum sebagai suatu tulisan ilmiah 
     populer.
 
(8)  Hasil penelitian atau hasil pemikiran yang tidak dipublikasikan dan
     tersimpan di perpustakaan perguruan tinggi setelah mendapat 
     rekomendasi dari seorang Guru Besar atau pakar dibidangnya.
 
(9)  Menterjemahkan/menyadur buku ilmiah adalah menterjemahkan/menyadur
     buku ilmiah dalam bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia atau 
     sebaliknya yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional dalam 
     bentuk buku.
 
(10) Mengedit/menyunting buku ilmiah adalah hasil suntingan/editing
     terhadap isi buku ilmiah orang lain untuk memudahkan pemahaman
     bagi pembaca dan diterbitkan serta diedarkan secara nasional 
     dalam bentuk buku.
 
(11) Membuat rancangan dan karya teknologi yang dipatenkan adalah 
     membuat rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di 
     bidang teknologi yang dipatenkan yakni mendapat sertifikasi hak
     cipta/hak intelektual secara paten dari badan atau instansi yang 
     berwenang pada tingkat  :  
 
     a. Internasional adalah mendapat sertifikasi hak cipta/hak 
        intelektual dari badan atau instansi yang berwenang untuk 
        tingkat internasional.
 
     b. Nasional adalah mendapat sertifikasi hak cipta/hak intelektual
        dari badan atau instansi yang berwenang untuk tingkat nasional.
 
(12) Membuat rancangan dan karya teknologi adalah membuat rancangan 
     yang sekaligus menghasilkan karya nyata di bidang teknologi tanpa
     mendapat hak paten, tetapi mendapat penilaian sejawat yang 
     mempunyai otoritas sebagai karya yang bermutu, canggih dan 
     mutakhir pada tingkat  :
     
     a. Internasional adalah mendapat penilaian sejawat yang mempunyai
        otoritas untuk tingkat internasional.
 
     b. Nasional adalah mendapat penilaian sejawat yang mempunyai
        otoritas untuk tingkat nasional.
 
     c. Lokal adalah mendapat penilaian sejawat yang mempunyai
        otoritas untuk tingkat daerah.
 
(13) Membuat rancangan dan karya seni monumental/seni pertunjukan 
     adalah rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di bidang
     seni monumental/seni pertunjukan. Termasuk ke dalam pengertian ini
     adalah karya desain.
 
     a. Rancangan dan karya seni monumental adalah rancangan dan karya
        seni yang mempunyai nilai abadi/berlaku sepanjang zaman yang 
        penilaiannya tidak saja pada aspek monumentalnya tetapi juga
        pada elemen estetiknya, seperti patung, candi, dll.  Karya seni
        rupa, seni kriya, seni pertunjukan dan karya desain sepanjang
        memiliki nilai monumental, baru tergolong ke dalam karya seni
        monumental.
 
     b. Rancangan  dan karya seni rupa adalah rancangan dan karya seni
        murni yang mempunyai nilai estetik tinggi, seperti seni patung,
        seni lukis, seni pahat, seni keramik. seni fotografi dll.
 
     c. Rancangan dan karya seni kriya adalah rancangan dan karya seni 
        yang mempunyai nilai keterampilan sebagaimana seni kerajinan 
        tangan, seperti membuat keranjang, kukusan, mainan anak-anak dll.
 
     d. Rancangan dan karya seni pertunjukan adalah rancangan dan karya
        seni yang dalam penikmatannya melalui pertunjukan, seperti seni
        karawitan, musik, tari, pedalangan, teater, dll.
 
     e. Karya desain adalah bagian dari karya seni rupa yang diaplikasi
        kan kepada benda-benda kebutuhan sehari-hari yang mempunyai 
        nilai guna, seperti desain komunikasi visual/desain grafis, 
        desain produk, desain interior, desain industri tekstil dll.
 
(14) Karya sastra adalah karya ilmiah atau karya seni yang memenuhi 
     kaidah pengembangan sastra dan mendapat pengakuan dan penilaian 
     oleh para pakar sastra ataupun seniman serta mempunyai nilai 
     originalitas yang tinggi.
 
                               Pasal 7
 
(1)  Menduduki jabatan pimpinan pada lembaga pemerintah/pejabat negara
     yang harus dibebaskan dari jabatan organiknya seperti Presiden, 
     Wakil Presiden, Anggota DPR dan Anggota DPRD, Anggota BPK. Ketua/
     Wakil Ketua/Ketua Muda dan Hakim Mahkamah Agung, Anggota DPA, 
     Menteri, Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan 
     sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh, Gubernur KDH 
     Tk.I, Wakil Kepala Daerah Tk.I, Bupati/Wali Kotamadya kepala Dae- 
     rah Tk.II, Wakil Kepala Daerah Tk.II, dan pejabat lain yang dite-
     tapkan dengan peraturan perundang-undangan.
 
(2)  Melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian yang 
     dapat dimanfaatkan oleh masyarakat adalah mengembangkan hasil 
     pendidikan dan penelitian melalui praktek nyata di lapangan untuk 
     dimanfaatkan oleh masyarakat.
 
(3)  Memberi latihan/penyuluhan/penataran/ceramah kepada masyarakat, 
     baik sesuai dengan bidang ilmunya maupun di luar bidang ilmunya,
     baik kepada masyarakat umum, maupun masyarakat kampus (dosen, 
     mahasiswa dan tenaga non dosen).
 
(4)  Memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang 
     menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pembangunan ada-
     lah memberikan konsultasi untuk peningkatan kesejahteraan 
     masyarakat, baik berdasarkan keahlian yang dimiliki, penugasan dari
     lembaga perguruan tinggi atau berdasarkan fungsi jabatan.
 
(5)  Membuat/menulis karya pengabdian pada masyarakat adalah membuat 
     tulisan mengenai cara-cara melaksanakan atau mengembangkan sesuatu
     untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dalam bidang ilmunya
     maupun  di luar bidang ilmunya yang tidak dipublikasikan.
 
                               Pasal 8
 
(1)  Termasuk ke dalam pengertian menjadi anggota dalam suatu panitia/
     badan pada perguruan tinggi adalah ketua, sekretaris dan anggota
     senat fakultas/perguruan tinggi serta mitra bestari (reviewer) pada
     jurnal ilmiah yang terakreditasi oleh Ditjen Dikti atau majalah
     ilmiah yang memiliki ISSN.
 
(2)  Menjadi anggota dalam suatu panitia/badan pada perguruan tinggi 
     tidak ditentukan batas minimal dan maksimal karena nilai butir 
     kegiatan/angka kredit yang diberikan bukan per kegiatan melainkan
     kegiatan-kegiatan selama 1 (satu) tahun.
 
(3)  Menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintah, angka kredit
     nya dihitung per-kepanitiaan dan bukan per-tahun.
 
(4)  Menjadi anggota organisasi profesi, angka kreditnya dihitung per-
     periode jabatan.
 
(5)  Mewakili perguruan tinggi/lembaga pemerintah duduk dalam panitia
     antar lembaga, angka kreditnya di hitung per-kepanitiaan dan bukan
     per-tahun.
 
(6)  Menjadi anggota delegasi nasional ke pertemuan internasional, angka
     kreditnya dihitung per-tahun dan bukan per-kepanitiaan.
 
(7)  Berperan serta aktif dalam pertemuan ilmiah, angka kreditnya di-
     hitung per-pertemuan ilmiah (per-kegiatan).
 
(8)  Mendapat tanda jasa/penghargaan antara lain seperti, Satya Lencana
     Karyasatya Bintang Jasa, Bintang Maha Putra, Hadiah Pendidikan,
     Hadiah Ilmu Pengetahuan, Hadiah Seni, Hadiah Pengabdian, dll.
 
(9)  Menulis buku pelajaran SLTA ke bawah yang diterbitkan dan diedarkan
     secara nasional adalah menghasilkan buku pelajaran buku SLTA ke 
     bawah yang memiliki international Standard of Books Numbering 
     System (ISBN).
 
(10) Mempunyai prestasi di bidang olahraga/humaniora adalah prestasi 
     yang dibuktikan dengan adanya piagam penghargaan atau medali baik
     tingkat Internasional, Nasional maupun Daerah.
 
                               Pasal 9
 
(1)  Untuk pengusulan Penetapan Angka Kredit, dosen harus mengisi 
     Daftar Usul Penetapan Angka Kredit dan surat-surat pernyataan
     melaksanakan kegiatan Tridharma dan Penunjang Tridharma Perguruan
     Tinggi.
 
(2)  Setiap usul Penetapan Angka Kredit dosen harus dinilai secara 
     seksama oleh Tim Penilai yang dilakukan setiap saat tanpa harus 
     menunggu terpenuhinya syarat masa dalam jabatan dan pemberian angka
     kreditnya harus mempertimbangkan kelayakan perhitungan angka kredit
     perkelompok jabatan akademik sebagaimana tersebut pada lampiran IIa,
     IIb, IIc dan IId berdasarkan rasional perhitungan jumlah jam kerja
     per minggu sebagaimana tersebut pada Lampiran IIe.
 
(3)  Hasil penilaian Tim Penilai ditetapkan oleh pejabat yang berwenang
     menetapkan angka kredit dan dibuat menutut contoh formulir 
     sebagaimana tersebut pada Lampiran III.
 
(4)  Usul kenaikan jabatan dan pangkat setelah penyesuaian serta perlu
     tidaknya persyaratan angka kredit sesuai dengan masa dalam jabatan
     dan pangkat terakhir sebagaimana tergambar pada Lampiran IV.
 
                               Pasal 10
 
(1)  Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan diatur
     tersendiri dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.
 
(2)  Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
 
 


Ditetapkan di   : Jakarta
pada tanggal    : 4 Mei 2001


a.n. Menteri Pendidikan Nasional
     Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
 
 
ttd
 
Satryo Soemantri Brodjonegoro
NIP 130 889 802
 
 
Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretariat Ditjen Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional
Kepala Bagian Tatalaksana dan Kepegawaian
 
 
 
ttd
 
Drs. Syuaiban Muhammad
NIP 130 818 954

Berita Terkait